Selasa, 02 Oktober 2012

Presiden Minta Kadin Aktif Ciptakan Peluang Usaha

Presiden Minta Kadin Aktif Ciptakan Peluang Usaha


Presiden Minta Kadin Aktif Ciptakan Peluang Usaha

Posted: 02 Oct 2012 12:22 AM PDT

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri agar aktif mencari dan menciptakan peluang usaha untuk terus dikembangkan.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan saat secara resmi membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri 2012 di Jakarta, Selasa.

"Saya berharap Kadin benar-benar bisa membuat peluang bisnis di negeri kita oleh karena itu jangan menjadi seperti tamu, dan pemerintah pusat dan daerah teruslah dengan tekun untuk mencari peluang usaha," kata Presiden.

Menurut Presiden, prospek perekonomian Indonesi di tahun-tahun mendatang masih sangat cerah. Hal ini ditunjukkan dengan laporan lembaga-lembaga survei dunia terkait hal itu.

Presiden menambahkan, salah satu survei melaporkan, Indonesia saat ini memiliki `consuming class` (kelompok masyarakat yang mengonsumsi lebih banyak) sebesar 45 juta jiwa, dan sebelum 2030 diperkirakan akan menjadi 135 juta jiwa. Hal ini merupakan peluang bagi pengusaha dalam negeri untuk berkiprah.

Selain itu, Presiden juga mendorong para pelaku usaha di Indonesia untuk mencari peluang bisnis di negara-negara lain dan mengembangkan sayapnya.

"Disamping kreatif dan cerdas, dalam tatanan global juga mencari peluang bisnis di negara-negara lain. Dan pelaku bisnis tidak lagi menjadi macan kandang," kata Presiden.

Untuk itu, Presiden menegaskan, peningkatan kualitas dan sumber daya manusia mutlak dibutuhkan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lainnya.

Sebelumnya Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistyo mengemukakan krisis yang melanda dunia saat ini telah membawa perubahan dimana banyak aset berharga di luar negeri yang dapat diakuisisi oleh Indonesia.

Untuk itu, Bambang dalam kesempatan tersebut mengusulkan adanya pemerintah untuk membentuk Indonesia Investment Fund guna melakukan akuisisi terhadap usaha-usaha yang memiliki prospek di luar negeri, seperti yang dilakukan Malaysia melalui Khasanah, maupun Singapura dengan Temasek. (tp)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar