Kamis, 10 Oktober 2013

Legislator: Hanya Sedikit UMKM Indonesia Melek TI

Legislator: Hanya Sedikit UMKM Indonesia Melek TI


Legislator: Hanya Sedikit UMKM Indonesia Melek TI

Posted: 09 Oct 2013 01:12 AM PDT

Jakarta (Antara) - Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto mengatakan, hanya sedikit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang melek Teknologi Informasi (TI) guna mengoptimalkan penjualan produknya.

"Hanya sedikit pelaku UMKM di Indonesia yang sadar bahwa penguasaan TI dapat membuka peluang lebih lebar bagi usaha mereka," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu.

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, penguasaan teknologi akan sangat membantu usaha skala mikro dan kecil untuk bisa lebih berkembang.

Untuk itu, ia menyambut gembira usulan APEC Business Advisory Council (ABAC) untuk membentuk pusat inkubasi UMKM di 21 negara anggota APEC.

Secara terpisah, anggota ABAC asal Indonesia, Erwin Aksa mengatakan pusat inkubasi UMKM akan menggunakan teknologi inovasi yang akan memberikan kemudahan pemasaran dan juga pembiayaan karena semuanya menerapkan sistem "all in one e-commerce".

"Dengan perluasan akses telekomunikasi bagi sektor UMKM akan meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar UMKM karena banyak tergabung dalam banyak jaringan terutama di wilayah Asia Pasifik," kata Erwin Aksa.

Sebagaimana diberitakan, para Pemimpin APEC berkomitmen untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi APEC.

Dalam hasil KTT APEC Bali 2013 di Nusa Dua yang berakhir Selasa (8/10), pertumbuhan ekonomi global yang kuat, seimbang dan berkelanjutan diharapkan dapat dimotori oleh keterlibatan kaum muda, pebisnis wanita, dan UMKM.

"Mereka semua adalah tulang punggung ekonomi APEC," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membacakan hasil KTT APEC ke-21 di hadapan 20 pemimpin ekonomi dari kawasan Asia Pasifik.

Sebelumnya, pemerintah telah meminta para pelaku koperasi dan usaha kecil menengah khususnya yang bergerak di bidang makanan dan minuman untuk memanfaatkan teknologi dalam mengemas produknya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

"Sudah saatnya kemajuan teknologi kemasan kita manfaatkan untuk menunjang usaha di sektor makanan dan minuman," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sjarifuddin Hasan ketika membuka Pameran Koperasi dan UKM Makanan dan Minuman Kemasan di SME Tower, Jakarta, Rabu (2/10).

Namun, ia menegaskan, kemasan yang baik dan menarik sebaiknya tidak mengurangi keaslian dan kekhasan rasa dari makanan atau minuman tersebut.(rr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar