Selasa, 26 Maret 2013

Mobil Gowes, Peluang Usaha di Pantai Pangandaran  

Mobil Gowes, Peluang Usaha di Pantai Pangandaran  


Mobil Gowes, Peluang Usaha di Pantai Pangandaran  

Posted: 25 Mar 2013 09:06 PM PDT

TEMPO.CO, Pangandaran - Mobil gowes menciptakan lahan bisnis wisata baru di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Selama tiga bulan sejak kemunculannya, kini sudah ada sekitar 300 mobil gowes yang disewakan. Wisata sehat dan bebas polusi itu marak karena diminati wisatawan.

Mobil gowes merupakan sepeda berpedal empat yang dikemas seperti mobil. Wahana seukuran mobil kecil itu bisa dinaiki hingga enam orang dewasa atau 10 penumpang anak-anak. Tenaga penggeraknya dari kayuhan empat penumpang yang duduk di sisi kiri dan kanan. Mobil itu dihias lampu warna-warni di sekujur tiang dan rangka hingga atap sehingga terlihat menarik saat berseliweran malam hari.

Sejumlah pemilik atau penyewa mobil gowes mengatakan, harga sebuah mobil gowes baru berkisar Rp 11-13 juta. Harga itu sudah termasuk alat pemutar lagu, speaker, dan aki mobil. Harga mobil gowes bekas sekitar Rp 9 juta. Sebagian besar mobil itu didatangkan dari Cilacap, beberapa kini sudah dibuat warga Pangandaran. Pembuatan mobil itu dikerjakan di bengkel-bengkel las.

Di Pangandaran, tarif sewa mobil itu berkisar Rp 70 ribu hingga 100 ribu per jam. Penyewa bisa pula menawar untuk pemakaian selama setengah jam. Penyewaan mobil gowes berlangsung setiap hari selama 24 jam.

Seorang pemilik mobil gowes, Yayan Supriyatna, mengatakan omzet rata-rata dari penyewaan tiga mobil miliknya sebesar Rp 1 juta per minggu atau Rp 4 juta sebulan. "Semuanya bisa balik modal dalam 5 bulan," kata pegawai kolam renang yang merintis usaha itu sejak Januari 2013 kepada Tempo akhir pekan lalu.

Mobil gowes dipakai untuk berkeliling menikmati suasana pantai di jalan beraspal. Beberapa wisatawan ada juga yang mencobanya saat pagi hingga sore. Namun, kalau cuaca sedang terik, kata Yayan, penyewaan biasanya sepi.

Waktu ramai penyewaan mobil gowes umumnya berlangsung  malam hari. "Kebanyakan pengunjung menyewa selama 1-2 jam," katanya. Hitungan waktunya tak memakai alat canggih, melainkan hanya berdasarkan kesepakatan dan kejujuran kedua belah pihak.

Sejauh ini, mobil gowes Yayan selalu kembali ke tempat semula. Tak ada penumpang yang membawanya kabur atau salah lokasi pemulangan mobil. "Kalau penumpang tersesat, di belakang tiap mobil sudah dipasangi nomor kontak untuk dihubungi," katanya.

Pemilik atau tukang sewa biasanya ditelepon karen rantai mobil copot. Masalah itu bisa terjadi kalau satu atau dua pengayuh tidak menggenjot pedalnya.

Asal mula mobil gowes konon berasal dari Yogyakarta. Kendaraan itu menjadi wahana wisata malam di Alun-alun. Setelah itu, mobil gowes tersebar ke sejumlah daerah hingga ke Pangandaran.

ANWAR SISWADI

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar