Minggu, 16 November 2014

Usaha Daur Ulang Limbah Kian Diminati Investor

Usaha Daur Ulang Limbah Kian Diminati Investor


Usaha Daur Ulang Limbah Kian Diminati Investor

Posted: 16 Nov 2014 07:31 PM PST

Berkat ketekunan, Indra Noviansyah (25), pengusaha muda asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mendapat partner baru untuk menjalankan perusahaannya.

Usaha yang digelutinya itu di daur ulang limbah. Saat ini usahanya itu diakuisisi oleh seorang investor asal Jakarta bernama Dina Rimandra. Perempuan yang baru pertama kali ke Pontianak ini, datang langsung mengunjungi tempat usaha recycling manufacture yang kini ikut dimilikinya.

Kini, ia memiliki pabrik pengolahan limbah yang telah berjalan lebih dari 5 tahun itu. Ia juga pernah menjadi delegasi Asia Young Leader di Brunei Darussalam tahun 2013. Kehadirannya membuat ia dipikat oleh pemerintah Brunei untuk mengolah limbahnya.

Lelaki yang akrab disapa Novint juga mempunyai cabang perusahaan di Miri, Malaysia. Bersama beberapa pengusaha muda lain di Indonesia, Novint menjalankan bisnis recycling di 7 kota besar.

Kemajuan pesat Novint tersebut, menarik minat Dina Rimandra untuk bergabung ke dalam perusahaan. Dina rimandra siap mengakuisisi 40 persen saham PT Limbahagia milik Novint.

"Saya bersyukur dan berterima kasih karena baru saja mendapat partner seorang perempuan. Jarang sekali perempuan yang peduli akan lingkungan dan mau terjun ke tempat yang di anggap kotor," ucap Novint saat mengantar Dina mengunjungi pabriknya yang terletak di Jalan Teuku Umar, Kota Pontianak, seperti ditulis Senin (17/11/2014).

Dina Rimandra mengaku tertarik untuk terjun total ke bisnis daur ulang ini, karena peluangnya masih sangat besar. "Saya berkenalan dengan Novint melalui keluarga ketua umum HIPMI, Raja Sapta Oktohari di Bali new years eve tahun lalu. Dari situ kita berlanjut ke hubungan bisnis, saya melihat peluang di Pontianak, dan saya mencoba menjemputnya," jelas Dina.

Menurut Dina, bidang usaha limbah non organik ini memang berbeda dengan usaha yang dijalani saat ini. Perempuan berambut panjang ini tertarik, karena selain dapat menjaga lingkungan, juga menghasilan economy value yang baik.

"Seperti biji plastik, selama manusia masih menggunakan plastik, usaha ini sustainable sehingga mempunyai prospek luar biasa ke depannya, market yang kita tuju juga sudah jelas, kita bisa mengekspor biji plastik yang siap didaur ulang ini ke China, Korea dan India," lanjut wanita yang sebelummya juga telah sukses di bidang food and beverages ini.

Tidak hanya itu, Dina juga menyempatkan diri untuk terjun langsung ke wilayah pembuangan limbah sawit untuk melihat potensi limbahnya.

"Selama ini limbah sawit dibuang begitu saja, padahal saya melihat limbah tersebut memiliki nilai ekonomis yang bisa dihasilkan. Limbah yang berbahaya bagi lingkungan tersebut, akan menjadi sesuatu yang bernilai jika dikelola dengan teknologi tepat guna, apa lagi tingginya demand market negara luar atas produk turunan limbah sawit ini," ucap Dina.

Akuisisi senilai US$ 3 juta atau sekitar Rp 36,57 miliar (asumsi kurs Rp 12.190 per dolar Amerika Serikat) akan segera dilaksanakan oleh Dina Rimandra dan Indra Noviansyah serta partner lainnya untuk pendanaan beberapa pabrik melalui Limbahagia Corporation.
Pengembangan usaha sejenis akan dibangun oleh Dina Rimandra di Bogor, Lampung, Bali dan Banjarmasin. (Raden AMP/Ahm)

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar