Selasa, 03 Desember 2013

Indonesia Dukung Aljazair Jadi Anggota WTO

Indonesia Dukung Aljazair Jadi Anggota WTO


Indonesia Dukung Aljazair Jadi Anggota WTO

Posted: 03 Dec 2013 09:29 PM PST

VIVAnews - Indonesia mendukung langkah Aljazair untuk menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) pada 2014.

Dukungan ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi, saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Aljazair, Mustapha Benbada, Selasa 3 Desember 2013 di sela Konferensi Tingkat Menteri ke-9 WTO di Nusa Dua, Bali.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa 4 Desember 2013, Mustapha menyambut dukungan Indonesia dalam prosesi Aljazair agar dapat diterima secara resmi menjadi anggota WTO.

"Masuknya Aljazair menjadi anggota WTO semoga berdampak positif terhadap hubungan perdagangan Indonesia-Aljazair. Kami mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Aljazair yang dilandaskan pada perjanjian multilateral," ujarnya.

Bayu berharap Indonesia-Aljazair dapat meningkatkan kerja sama perdagangan di berbagai bidang. "Saya melihat adanya peluang bisnis besar di Aljazair yang dapat dimanfaatkan sektor usaha jasa konstruksi Indonesia," paparnya.

Menanggapi hal itu, Mustapha menuturkan, Aljazair mendukung upaya peningkatan kerja sama di berbagai bidang itu dan berharap agar perundingan perdagangan bilateral dapat segera difinalisasi, termasuk pembicaraan tentang sektor jasa.

Adapun total perdagangan Indonesia dan Aljazair pada akhir 2012 mencapai US$519,1 juta atau meningkat 5,8 persen dibandingkan 2011 sebesar US$488,9 juta.

Ekspor Indonesia ke Aljazair 2012 sebesar US$211 juta dan impor US$308,1 juta.

Pada periode Januari-Agustus 2013, total perdagangan kedua negara mencapai US$531,6 juta atau meningkat 19,47 persen dibandingkan periode sama 2012 sebesar US$444,9 juta. Rata-rata pertumbuhan perdagangan Indonesia-Aljazair dalam lima tahun terakhir sebesar 12,50 persen.

Komoditas ekspor non-migas utama Indonesia ke Aljazair antara lain minyak kelapa sawit, perkabelan, kayu lapis, margarin, susu dan krim, pendingin, deterjen, dan mebel.

Sementara itu, impor komoditas Indonesia dari Aljazair antara lain minyak petroleum mentah, limbah dan bahan pendukung kertas atau karton, serta buah-buahan. (art)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar