Selasa, 29 Oktober 2013

Sektor Kelautan dan Perikanan Buka 6.350 Peluang Kerja

Sektor Kelautan dan Perikanan Buka 6.350 Peluang Kerja


Sektor Kelautan dan Perikanan Buka 6.350 Peluang Kerja

Posted: 29 Oct 2013 12:28 AM PDT

Good Week for ...

Good Week for...
Dua bank skala kecil PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) dan PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) berencana melakukan rights issue pada tahun depan. Menurut direksi, perseroan membidik dana paling sedikit Rp 315 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis. Namun, tambahan dana ini belum cukup untuk menggenapkan modal inti bank menjadi di atas Rp 1 triliun. Rights issue Bank ICB Bumipotera berpotensi membuat modal perusahaan meningkat sehingga mendorong capital adequacy ratio (CAR) menjadi 13,69%. Sementara Bank Victoria akan menggunakan dana rights issue menyuntikkan modal  anak usahanya, PT Bank Victoria Syariah. Bank Victoria Syariah setidaknya akan mendapatkan 50% lebih dari perolehan dana rights issue.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk meningkatkan bisnis transaksi perdagangan online (e-commerce). Menurut pejabat, untuk tahap awal perseroan menyasar 10% pengguna jasa kereta untuk menggunakan jasa e-commerce. Mulai saat ini pengguna jasa kereta api sudah bisa membeli tiket melalui automated teller machine (ATM) maupun lewat mesin Electronic Data Capture (EDC). Pembayaran online dilakukan melalui layanan e-commerce payment dengan layanan CIMB Clicks dan juga melalui mesin EDC yang terpasang di 157 stasiun KAI di seluruh Indonesia.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), emiten konstruksi mencatat kenaikan laba bersih 104% menjadi Rp 179,7 miliar di kuartal III tahun ini dari kuartal III tahun lalu. Kenaikan itu akibat pertumbuhan pendapatan usaha perseroan sebesar 58,7% menjadi Rp 5,65 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan ke Bursa Efek Indonesia, pendapatan bisnis rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau engineering, procurement, and construction/EPC berkontribusi terbesar terhadap kinerja di kuartal III ini. Bisnis EPC naik sebesar 370% menjadi Rp 1,65 triliun.

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), emiten telekomunikasi, menargetkan program bundling produk smartphone mencapai 2,8 juta unit pada 2014. Program bundling smartphone menjadi strategi utama perseroan karena efektif mengakuisisi pelanggan. Direksi perseroan menyatakan program bundling menjadi strategi utama perseroan, sebab bundling dinilai sangat efektif untuk mengurangi churn rate dan mempertahankan pelanggan. Selain itu loyalitas pelanggan bundling lebih tinggi dibandingkan menjual kartu perdana (starter pack).

 PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), bank spesialis kredit perumahan,  menargetkan perolehan laba bersih sebanyak Rp 1,6 triliun pada akhir tahun. Direksi bank mengungkapkan target ini akan dicapai dengan menekan kredit bermasalah sehingga mengurangi alokasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). Di kuartal III 2013, pertumbuhan laba bersih BTN hanya 3,5% karena bank harus meningkatkan CKPN agar rasio kredit bermasalah turun.

Bad Week for ...

Bad Week for..
Margin bersih PT Kalbe Farma Tbk (KBLF), emiten farmasi, turun 87 basis poin menjadi 11,94% hingga kuartal III 2013 dibanding periode yang sama tahun lalu 12,81%. Pelemahan nilai tukar rupiah dan peningkatan beban operasional menyebabkan margin bersih perseroan tertekan sepanjang periode tersebut. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai menekan perolehan laba kotor perseroan. Per kuartal III 2013, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 11,4 triliun atau tumbuh 18% secara tahunan.

Perusahaan sekuritas (broker) lokal, yang menjadi anggota bursa, tak mampu bersaing dengan broker yang terafiliasi dengan perusahaan investasi asing. Berdasarkan rilis data statistik Burs Efek Indonesia per kuartal III 2013, perusahaan sekuritas asing masih mendominasi nilai transaksi di pasar saham domestik.
Dari 10 besar perusahaan sekuritas dengan nilai transaksi tertinggi, terdapat delapan broker asing dan hanya dua broker lokal. Dua broker lokal yang masuk sepuluh besar transaksi terbesar yaitu PT Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp 90,76 triliun di urutan ketujuh dan PT Bahana Securities (DX) sebesar Rp 73,66 triliun di urutan 10.

Dua emiten perkebunan kelapa sawit, yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT BW Plantation Tbk (BWPT), mencatatkan penurunan harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) hingga kuartal III 2013. Menurut eksekutif perusahaan, harga jual CPO Astra Agro turun 11,7%, sementara harga jual CPO BW Plantation turun 12,9%. Harga jual CPO Astra Agro untuk periode tersebut tercatat sebesar Rp 6.835 per kilogram atau turun sekitar 11,7% dibanding harga periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7.739 per kilogram. 

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), emiten otomotif, mencatat penurunan profitabilitas sepanjang semester I 2013 secara tahunan. Profitabilitas yang dihitung berdasarkan margin kotor, margin usaha, dan margin bersih tergerus antara 0,05% sampai 1,03%.
Penurunan profitabilitas Indomobil antara lain disebabkan kenaikan beban pokok penjualan dan beban usaha, yang berdampak pada laba kotor dan laba usaha perseroan. Meskipun laba kotor dan laba usaha Indomobil tumbuh 2,99% dan 4,99% secara tahunan sepanjang semester I 2013, beban pokok penjualan dan beban usaha tumbuh lebih tinggi masing-masing 6,37% dan 16,7%.

PT Mitra Investindo Tbk (MITI), produsen batu granit, merevisi target pendapatan 2013 akibat kendala pada mesin produksi. Direksi perseroan mengatakan Mitra Investindo merevisi target pendapatan 2013 dari semula sebesar Rp 200 miliar. Target tersebut dengan asumsi volume penjualan meningkat seiring pengoperasian mesin baru yang lebih baik dan efisien. Namun karena mesin baru tersebut rusak target volume penjualan hingga 1,6 juta ton sulit terealisasi.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar