Rabu, 13 Maret 2013

Peluang BUMN RI Bisnis di Irak Sangat Luas Pasca Perang

Peluang BUMN RI Bisnis di Irak Sangat Luas Pasca Perang


Peluang BUMN RI Bisnis di Irak Sangat Luas Pasca Perang

Posted: 13 Mar 2013 08:20 PM PDT

Baghdad - Peluang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia berbisnis di Irak masih sangat luas. Pasca berakhirnya perang dengan Amerika Serikat (AS), Irak mengalami kemunduran ekonomi yang bisa dibantu oleh perusahaan asing.

Dalam hal infrastruktur, contohnya banyak bangunan dan sarana seperti jalan dan jembatan yang hancur pasca perang, di sini lah BUMN karya seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bisa masuk.

Selain itu, jaringan kabel listrik dan telepon yang masih semrawut menjadi kesempatan PT INTI untuk mulai mengaplikasikan kabel serat optik di negeri 1001 malam tersebut.

Jangan lupakan minyaknya. Irak merupakan negara dengan cadangan minyak keempat terbesar di dunia. Produksi minyak mencapai 3,2 juta barel per hari. Maka tak salah PT Pertamina (Persero) sangat tertarik untuk bekerja di wilayah ini.

"G to G (government to government) sudah dilakukan, sekarang tinggal B to B (business to business) silakan," kata Deputi Menko Perekonomian Rizal Affandi Lukman di Hotel Al-Mansour, Baghdad, Rabu (13/3/2013) malam waktu setempat.

Siang nanti, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa bersama perwakilan Kementerian ESDM dan Pertamina akan datang ke Baghdad, Ibukota Irak, untuk melakukan kerjasama di bidang energi.

Sebelum MoU dilakukan, terlebih dahulu akan digelar pertemuan bilateral antar kedua negara dalam rangka membahas detil dalam kerjasama tersebut.

(ang/dnl)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Jousting With Toothpicks - The Case For Challenging Corporate Journalism http://www.medialens.org/index.php/alerts/alert-archive/alerts-2013/719-jousting-with-toothpicks-the-case-for-challenging-corporate-journalism.html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar