Rabu, 15 Agustus 2012

PELUANG USAHA: Olahan belut Sukabumi tembus pasar ekspor

PELUANG USAHA: Olahan belut Sukabumi tembus pasar ekspor


PELUANG USAHA: Olahan belut Sukabumi tembus pasar ekspor

Posted: 22 Jul 2012 09:49 PM PDT

SUKABUMI: Produk usaha kecil menengah berupa olahan belut yang dikembangkan menjadi makanan dan obat oleh Komalasari warga Kampung Tugu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah menembus pasar mancanegara.

Usaha yang dikembangkan sejak 1985, yang awalnya omset olahan belut hanya lima kilogram (kg) per hari, sekarang sudah mencapai 100 kg per hari, berupa aneka makanan dan obat dari belut.

"Sudah dua negara yang meminta hasil olahan belut dari saya, yakni Korea Selatan dan Malaysia," kata Komalasari di Sukabumi, Senin (23/07).

Menurut dia, selain belut, dirinya juga memasarkan belut dalam keadaan hidup, seperti Korea Selatan yang meminta pasokan belut hidup untuk bahan baku pembuatan kosmetik dan obat-obatan. Sementara Malaysia dipasok belut olahannya, yakni minyak belut dan tepung belut.

Dia mengatakan sampai saat ini sudah ada 20 jenis olahan belut yang dikembangkannya goreng belut original, belut dendeng, belut keripik, belut abon, belut balado, belut stiek, belut cheestiek, belut goreng mentega, belut pepes, belut bakar cobek, belut pecel, belut santan kari, belut rendang, belut nuget, belut presto, belut sayur sop, belut lutung, belut rebus, belut gulai, belut jamu dan minyak belut.

"UKM ini saya bangun tidak sendiri, tetapi dibantu warga sekitar dan saat ini sudah menyerap 250 orang pekerja, selain itu dengan adanya usaha ini dapat menciptakan UKM-UKM baru pengolahan belut. Tujuan awal saya membuat usaha ini adalah untuk mengembangkan potensi dan kesejahteraan masyarakat," kata Komalasari.

Selain dari mancanegara, olahan belut organik ini juga sudah banyak penggemarnya dari kalangan warga biasa, artis sampai pejabat di Indonesia.

Bahkan karena UKM ini dinilai telah mendorong dan ikut berperan dalam kesejahteraan masyarakat puluhan bahkan ratusan penghargaan telah disabet olehnya.

"Harga yang ditawarkan oleh kami ini cukup murah Rp5.000-Rp250.000/paket olahan belut, kami berencana terus mengembangkan usaha ini seperti dengan memberikan pelatihan gratis untuk masyarakat yang tidak mampu," kata Komalasari. (Antara/Bsi)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Incinerating Assange - The Liberal Media Go To Work.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar