Selasa, 26 Juni 2012

OLIMPIADE LONDON: Atlet berprestasi dijanjikan peluang usaha

OLIMPIADE LONDON: Atlet berprestasi dijanjikan peluang usaha


OLIMPIADE LONDON: Atlet berprestasi dijanjikan peluang usaha

Posted: 26 Jun 2012 07:30 AM PDT

JAKARTA: Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London menjanjikan usaha ritel atau waralaba bagi para atlet berprestasi dalam ajang kejuaran internasional tersebut.

Erick Thohir, Chef De Mission (CDM) kontingen Indonesia untuk Olimpiade London, mengatakan pihaknya masih memikirkan apa peluang usaha yang bisa diberikan untuk para atlet berprestasi

"Atlet berprestasi selain mendapatkan bonus uang dan asuransi juga akan mendapatkan peluang usaha. Jadi usahanya kami berikan bukan kasih pekerjaan," ujarnya hari ini Selasa (26/6).

Menurut dia peluang usaha yang akan diberikan kepada atlet bisa berbentuk ritel maupun waralaba. Usaha tersebut mempertimbangkan kondisi atlet yang harus sibuk latihan sehingga tidak memiliki waktu banyak untuk mengurusi usahanya.

Meski mengaku masih memikirkan jenis usaha tersebut, namun menurutnya lobby dengan para donator yang akan menyumbang terus berlangsung.

"Sekitar 2 minggu lagi kami akan konferensi pers soal bonus peluang usaha bagi para atlet. Saat ini kami masih lobby-lobby."

Dia menambahkan komitmen swasta untuk sponsorship kontingen Indonesia ke Olimpiade London 2012 telah mencapai Rp 7,5 miliar.  Dari komitmen tersebut, yang sudah cair hingga saat ini mencapai Rp 3 miliar.

Dia menjelaskan  perusahaan yang sudah memberikan komitmennya antara lain PT Adaro Indonesia Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Bank Negara Indoesia Tbk (BNI).

Selain dari sponshoship, dukungan untuk pembiayaan kontingen Indonesia ke Olimpiade 2012 juga datang dari pemerintah dan donasi masyarakat. Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 26 miliar.

Adapun  donasi dari masyarakat, rencananya akan dibuka rekening khusus melalui PT Bank Central Asia Tbk. "Tahun ini pertama kali Indonesia mengirimkan kontingen ke Olimpiade dengan ada kontribusi dari pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, pelibatan pihak swasta maupun masyarakat dalam pendanaan, mewajibkan pengelolaan keuangan harus jelas dan transparan.  "Laporan keuangannya harus ada sendiri dan dipublikasikan melalui media massa," ujarnya. (Bsi)
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar