Jumat, 08 Juni 2012

Kini Jadi Pebisnis Cilik Bukanlah Khayalan

Kini Jadi Pebisnis Cilik Bukanlah Khayalan


Kini Jadi Pebisnis Cilik Bukanlah Khayalan

Posted: 08 Jun 2012 08:24 AM PDT

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maria Astri Alvionita tak pernah menyangka. Mulanya, siswi kelas VII SMP Notre Dame ini punya hobi memelihara hamster.

Belakangan, hobi itu berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Vio sapaan akrabnya, mengaku banyak keuntungan yang didapat, salah satunya keuntungan finansial.

Keuntungan yang didapat Vio adalah buah dari kerja keras dan cinta. Setahun lalu, ia membeli dua pasang hamster golden Rp 100 ribu. Karena pandai merawatnya, berdasar buku panduan, hamsternya beranak-pinak.

Kandang di rumahnya tak cukup lagi. Ibunya mengimbau agar hamsternya dijual saja.

Masukan ibunya sangat berarti bagi Vio. Saat itu ia punya ide untuk menjual hamsternya. Ia mulai menawarkan hamsternya di jalanan. Lalu ia tawarkan ke pet shop atau toko hewan peliharaan.
Ternyata, si pemilik menyukai hamster peliharaan Vio yang lucu lagi gemuk-gemuk.

"Satu hamster harganya 60 ribu. Ibu itu hanya beli beberapa, tapi kemudian dia mengontak aku dan memesan hamster dari aku, karena hamster yang aku jual ternyata cepat laku. Akhirnya, hamsterku laku terjual semua," cerita Vio dikutip dari berani.co.id.

Vio tak cukup puas menjual hamster ke pet shop. Kini, Vio pun mulai menawarkan hamster lewat teman-temannya di sekolah, sampai memanfaatkan layanan pesan BlackBerry Messenger, dan pesan pendek.

Lain lagi dengan Marcelline Tania yang sudah tidak memiliki ayah dan ibu. Sejak kelas 1 SMP, ia sudah bisa menghidupi dirinya dengan berjualan kue. Hasil penjualan kue ia tabung untuk membayar sekolah dan menabung untuk masa depannya.

Keingintahuan Tania membuat kue sangat besar. Ia tetap semangat mencoba satu resep berkali-kali. Baginya, gagal itu biasa, tapi berusaha harus jalan terus. Tiap kali menemukan resep baru, ia coba.

Dan akhirnya, banyak kue ia buat seperti pudding, roti ulang tahun, black forest, dan lain-lain.

Mulanya, kue buatan Tania ia tawarkan kepada guru-guru dan tetangga, ternyata responnya baik. Mereka pada suka kue buatan Tania. Promosi mulut ke mulut, membuat kue Tania semakin terkenal. Sekarang, tak sedikit ada yang memesan lewat telepon, pesan pendek dan grup BBM.

Teman-teman mungkin akan kaget berapa keuntungan Tania dari menjual kue. Ternyata, Tania bisa mendapat penghasilan dari jualan kue mencapai Rp 2-3 juta.

Itu dia dapatkan dari kue yang harganya antara Rp 80 ribu sampai Rp 150 ribu. Uang itu, Tania tabung untuk membayar sekolah dan masa depannya.

Kalau Vio dan Tania bisa menjadi pengusaha cilik, kenapa kamu enggak bisa? Kamu yang punya pengalaman seperti Vio dan Tania, bisa mengikuti lomba Kidpreneur Award 2012.

Caranya cukup mengirimkan tulisan produk usaha kamu. Produk yang dilombakan harus ada model, contoh atau bentuknya, yang siap dijual di pasaran.

Meski produknya belum pernah dijual, dapat ikut lomba. Tentu saja, para peserta harus memperhatikan, bahwa salah satu kriteria penilaian para juri untuk produk adalah portfolio, di mana pengalaman menjual dan memasarkan kepada masyarakat masuk dalam salah satu kriteria penilaian.

Dalam tulisan nanti, kamu bisa menyertakan data, informasi, keterangan yang terkait dengan kegiatan usaha kamu. Dari sejarah usaha, mengapa memilih usaha yang ditekuni, berapa modalnya, apa suka dukanya, sampai bagaimana cara kamu mengembangkan usaha untuk ke depannya.

Segera kirimkan karyamu sebelum 31 Juli 2012. Pengumuman finalis Senin 13 Agustus 2012. 10 grup finalis akan dihubungi melalui telepon dan diumumkan di Koran Anak Berani, Berani Mag, dan www.berani.co.id. Syarat dan ketentuan bisa diklik di www.berani.co.id.

Dari 10 finalis, akan diundang untuk mengikuti Kidpreneur Conference di Jakarta dari 4-7 September 2012, dengan akomodasi dan transportasi ditanggung panitia.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar